Anak Penderita Thalasemia Berpotensi Gagal Jantung

Thalasemia dikenal sebagai penyakit kelainan darah genetik yang hingga saat ini pengobatan untuk kesembuhannya belum diketahui medis. Umumnya, penderita penyakit ini dikatakan memiliki kandungan besi lebih banyak di dalam tubuhnya, dibandingkan dengan orang biasa (normal) yang sehat.

Anak Penderita Thalasemia Berpotensi Gagal Jantung

Untuk alasan itulah mengapa pasien penderita Thalasemia harus melakukan transfusi darah dalam perawatannya. Namun, pasien juga wajib menjalani pengobatan seumur hidup untuk mengeluarkan kelebihan besi melalui transfusi darah.

Dari satu kantong darah saja, besinya mengandung 200 mg. Sementara yang keluar dari tubuh hanya 1 mg perhari. Sebulan itu hanya 60 mg yang keluar. Jika penderita Thalasemia transfusi 200 mg yang keluar 60 mg, berarti masih ada 140 mg di dalam tubuh.

Maka dari itu, Besi di dalam tubuh pasien Thalassemia perlu dikeluarkan melalui obat. Dokter tidak pernah bisa membuat besi itu negatif atau menyeimbangkan kadarnya menjadi nol. Namun paramedis bisa membuat kadar besi aman dalam tubuh.

Lalu apa kaitannya dengan Gagal Jantung? Nah, ketika kadar besi di dalam tubuh dibiarkan terlalu tinggi tanpa penanganan apapun, akan berdampak pada kerusakan sel jantung dan akhirnya menyebabkan Gagal Jantung.

Selain itu, kerusakan lainnya juga akan berdampak pada sel otak dan hati. Bahkan, kelebihan besi ini juga berpengaruh pada kelenjar-kelenjar pembuat hormon.

Posted by Pengobatan Gagal Jantung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *