Konsumsi Kacang-kacangan Baik Untuk Mencegah Penyakit Jantung

Makanan dengan kandungan Protein tinggi dinyatakan dapat menjauhkan seseorang dari risiko penyakit Jantung. Salah satu jenis makanan dengan sumber terbaik Protein, adalah kacang-kacangan.

Konsumsi Kacang-kacangan Baik Untuk Mencegah Penyakit Jantung

Menurut dokter Spesialis Jantung dr Antono Sutandar SpJP(K) mengatakan jika seseorang yang menyukai kacang-kacangan, telah mendapatkan sumber Protein yang banyak. Hal ini bisa menjadi penangkal dari risiko penyakit Jantung seperti dalam penelitian.

Diet tinggi Protein dan lemak baik sangat tepat untuk mencegah penyakit Jantung. Akan tetapi sebaiknya kurangi asupan makanan yang bersumber Protein hewani, dan perbanyaklah asupan sumber Protein Nabati.

Lebih lanjut lagi dr. Antono menjelaskan jika sumber Protein nabati lebih unggul dikarenakan kandungan lemak baik di dalamnya. Jika dikonsumsi dengan cara pengolahan yang tepat, Protein nabati akan membawa manfaat untuk kita.

Dalam dunia kedokteran, diet Protein nabati dikenal dengan nama diet ketogenik. Manfaatnya juga banyak, diantaranya mencegah dari penyakit Kardiovaskular, hingga menurunkan berat badan.

Baca juga :

Sayuran Sehat Untuk Penderita Jantung

Jenis sayuran apapun, manfaatnya baik untuk kesehatan. Selain itu, di dalam jenis sayuran yang beragam, kandungan nutrisi dan vitamin di dalamnya pun berbeda-beda.

Seperti kelima jenis sayuran dibawah ini yang ternyata memiliki kandungan nutrisi berbeda-beda namun bermanfaat jika dikonsumsi oleh penderita sakit Jantung. Diantaranya :

  • Bayam.

Bayam termasuk sayuran yang memiliki kandungan Karotenoid, yang membantu mencegah kanker. Selain itu di dalamnya juga ditemukan kandungan Vitamin C dan A yang membantu penglihatan dan membuat kulit bersinar. Tingginya kadar kalium pada Bayam membuat sayuran yang disukai tokoh kartun fiksi Popeye ini berguna bagi penderita tekanan darah tinggi. Bayam juga membuat otot kuat dan membantu memulihkan penderita anemia.

  • Kubis.

Dimakan mentah atau dimasak, Kubis ternyata memiliki banyak manfaat. Kubis, kaya akan kandungan Vitamin A yang berguna untuk kesehatan kulit dan mata. Manfaat kandungan Fitonutrisi pada Kubis bermanfaat dalam membantu tubuh melawan radikal bebas. Kubis juga membantu kesehatan paru-paru, perut, dan kanker prostat. Yodium pada kubis bagus untuk mereka yang ingin memperkuat otot.

  • Kecambah.

Kecambah dapat di taburkan pada salad atau dimakan sebagai camilan. Hal tersebut termasuk cara terbaik untuk mendapatkan nutrisi langsung dari kecambah. Kecambah mengandung Vitamin C dan beberapa dosis kecambah segar bisa memberikan tiga perempat kebutuhan harian Vitamin C Anda. Selain itu, kecambah juga mengandung Vitamin A, B, dan E, juga kalsium, zat besi, dan kalium.

  • Brokoli.

Brokoli dianggap sebagai sayuran ajaib karena kemampuannya dalam mencegah kanker. Sayuran Brokoli dianjurkan bagi mereka yang menderita masalah Jantung dan stroke. Kandungan di dalamnya termasuk zat besi, yang sangat ideal dikonsumsi penderita Anemia. Memasaknya cukup direbus atau dikukus saja sehingga nutrisi yang terkandung di dalamnya tidak hilang.

  • Selada.

Tergantung pada varietasnya, nutrisi di dalam kandungan Selada memang bervariasi. Romaine lettuce disebut-sebut sebagai selada yang paling bagus karena mengandung Vitamin A, B, C, asam folat, mangan, dan kromium. Selada juga mengandung zat besi yang membantu pembentukan darah. Juga mengandung magnesium, yang penting bagi otak dan saraf.

Baca juga :

Hati-hati, Ibuprofen Dapat Meningkatkan Resiko Serangan Jantung

Ibuprofen adalah jenis obat pereda sakit kepala yang mungkin termasuk Anda gunakan di waktu-waktu tertentu. Namun dalam penelitian di Denmark menyebutkan jika kelebihan asupan konsumsi obat Ibuprofen menimbulkan risiko serangan jantung sebesar 31%. Jenis lain dari non-steroid anti-inflammatory, atau NSAID, juga terkait dengan peningkatan risiko gangguan jantung.

Hati-hati, Ibuprofen Dapat Meningkatkan Resiko Serangan Jantung

Menurut situs alodokter, Ibuprofen adalah jenis obat anti inflamasi non-steroid yang dapat meredakan rasa sakit ringan hingga menengah serta mengurangi inflamasi (peradangan). Contoh kondisi atau gejala yang dapat ditangani oleh Ibuprofen adalah Artritis, keseleo, nyeri otot, migrain, nyeri menstruasi, sakit gigi, dan nyeri setelah operasi. Di samping itu, Ibuprofen juga biasa dipakai untuk mengurangi gejala demam dan pegal-pegal akibat flu.

Namun dalam temuan dari data 29.000 orang yang mengalami serangan jantung di Denmark antara tahun 2001 dan 2010. Seperti yang dilansir oleh Fox News, sekitar 3.400 orang telah mengkonsumsi NSAID dan selama 30 harinya terdiagnosa mengalami serangan jantung.

Para peneliti mengatakan, jika masyarakat tidak diperbolehkan mengonsumsi lebih dari 1,200mg Ibuprofen perhari. Jika ragu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Minum Teh Ternyata Baik Untuk Mencegah Penyakit Jantung

Untuk Anda yang gemar minum teh, pasti akan senang dengan info kesehatan kali ini. Ya, dalam sebuah studi di Amerika diketahui jika orang yang minum secangkir teh setiap harinya, 35% akan lebih kecil kemungkinan untuk menderita serangan jantung.

Minum Teh Ternyata Baik Untuk Mencegah Penyakti Jantung

Hal ini dijelaskan oleh peneliti Dr. Elliott Miller, seperti dilansir laman MSN, “Minum teh bisa melindungi jantung. Hanya minum satu cangkir teh sehari, apakah teh hijau atau hitam bisa cukup menguntungkan jantung Anda,” paparnya.

Para ilmuwan kemudian melakukan penelitian kepada 600 pria dan wanita, yang memiliki kesehatan baik dan tanpa riwayat penyakit jantung selama 15 tahun. Selama waktu itu, peneliti mencatat relawan yang mengalami serangan jantung, stroke atau yang menderita nyeri dada.

Mereka juga mengukur endapan kalsium di pembuluh darah para relawan selama periode lima tahun dan membandingkannya dengan tingkat sebelumnya. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa peminum teh yang mengonsumsi 1 – 3 cangkir per hari, 35% lebih kecil kemungkinannya mengembangkan penyakit jantung dibandingkan dengan relawan lainnya.

Para peminum teh juga memiliki tingkat lebih rendah dari endapan kalsium di arteri mereka. Sifat pelindung alami dari teh yaitu kandungan flavonoid, suatu jenis antioksidan yang memang mendukung kesehatan jantung. Teori lain adalah fakta bahwa peminum teh pada umumnya biasanya memiliki gaya hidup sehat dengan faktor-faktor, seperti diet dan olahraga memainkan peran positif dalam mencegah resiko penyakit jantung.

Minum Teh Ternyata Baik Untuk Mencegah Penyakit Jantung |

Cara Mencegah Gagal Jantung Di Usia Tua

Permasalahan sakit jantung mau tidak mau masih menjadi perihal yang banyak dikhawatirkan semua kalangan usia. Demi mencegah kejadian terburuk akibat penyakit gagal jantung, tua dan muda sekarang berbondong-bondong untuk menjaga kesehatan dan merubah pola hidup yang sebelumnya masih asal-asalan menjadi lebih sehat.

Pada jurnal of American College of Cardiolog yang telah dirilis sebelumnya, ada jenis olahraga untuk menjaga kesehatan jantung diusia tua. Salah satu caranya adalah dengan berjalan kaki atau bersepeda selama 20 menit perhari. Hal tersebut dikarenakan jika berolahraga terlalu lama dengan jenis olahraga yang berat bagi lansia akan berisiko terhadap kesehatannya sendiri.

Cara Mencegah Gagal Jantung Di Usia Tua
Gagal jantung termasuk penyakit jantung yang rentan terjadi pada siapa saja. Gagal jantung ditandai denan kondisi detak jantung yang terlalu lemah hingga tidak mampu untuk memompa darah yang cukup hingga ke seluruh tubuh. Cara Mencegah Gagal Jantung Di Usia Tua dengan bejalan atau bersepeda selama 20 menit tersebut, bisa memabntu menguangi risiko gagal jantung terjadi di usia tua.

Penulis studi dari Karolinksa Institute di Stockholm, Swedia, Andrea Bellavia juga mengatakan jika “Para partisipan yang semuanya laki-laki dalam penelitian ini juga memberikan informasi terkait aktivitas fiisk pada usia 30-an, sehingga kami bisa memeriksa dampak jangka panjang aktivitas fisik terhadap gagal jantung,” terangnya.

Baca juga : Mengapa Aspirin Diberikan Kepada Pasien Serangan Jantung?

Intinya, berolahraga tetap sangat diperlukan. Namun dalam konteks yang wajar, tidak kurang atau tidak berlebihan.