Manfaat Kayu Manis Untuk Kesehatan Jantung

Salah satu kekayaan di Indonesia yang mendunia adalah rempah-rempah yang beragam yang kita miliki. Tidak hanya sebagai pelengkap masakan dan penambah cita rasa, umumnya beberapa rempah yang kita ketahui memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

Manfaat Kayu Manis Untuk Kesehatan Jantung

Salah satunya adalah kayu manis. Dalam sebuah penelitian terbaru dikatakan jika salah satu bumbu yang kerap digunakan menjadi pelengkap makanan untuk masakan, kue dan lain sebagainya yaitu kayu manis memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Terlebih pada bau wangi yang dimilikinya, bau wangi dari kayu manis ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan sistem Kardiovaskular.

Dalam penelitian tersebut diketahui jika kayu manis membantu menghambat proses penyimpanan lemak dengan signifikan, walaupun kita mengkonsumsi makanan kaya kandungan lemak.

Para ahli kesehatan yang terlibat dalam penelitian tersebut mengungkap jika kayu manis membuat proses penyimpanan lemak pada tubuh menjadi lambat. Tidak hanya itu, nutrisi di dalam kayu manis juga disebut sebagai kandungan alami yang dapat melindungi tubuh lebih baik dari peradangan yang bisa dipicu oleh stress.

Dengan adanya penelitian ini diharapkan Anda untuk sesekali mencoba manfaat yang luar biasa dari kayu manis, atau mungkin rempah lainnya agar tidak selalu bergantung pada obat. Namun, bukan berarti Anda dapat sebebas-bebasnya tetap mengkonsumsi makanan berlemak ya, tetap atur saat konsumsinya dan tidak berlebihan.

Baca juga :

Anak Penderita Thalasemia Berpotensi Gagal Jantung

Thalasemia dikenal sebagai penyakit kelainan darah genetik yang hingga saat ini pengobatan untuk kesembuhannya belum diketahui medis. Umumnya, penderita penyakit ini dikatakan memiliki kandungan besi lebih banyak di dalam tubuhnya, dibandingkan dengan orang biasa (normal) yang sehat.

Anak Penderita Thalasemia Berpotensi Gagal Jantung

Untuk alasan itulah mengapa pasien penderita Thalasemia harus melakukan transfusi darah dalam perawatannya. Namun, pasien juga wajib menjalani pengobatan seumur hidup untuk mengeluarkan kelebihan besi melalui transfusi darah.

Dari satu kantong darah saja, besinya mengandung 200 mg. Sementara yang keluar dari tubuh hanya 1 mg perhari. Sebulan itu hanya 60 mg yang keluar. Jika penderita Thalasemia transfusi 200 mg yang keluar 60 mg, berarti masih ada 140 mg di dalam tubuh.

Maka dari itu, Besi di dalam tubuh pasien Thalassemia perlu dikeluarkan melalui obat. Dokter tidak pernah bisa membuat besi itu negatif atau menyeimbangkan kadarnya menjadi nol. Namun paramedis bisa membuat kadar besi aman dalam tubuh.

Lalu apa kaitannya dengan Gagal Jantung? Nah, ketika kadar besi di dalam tubuh dibiarkan terlalu tinggi tanpa penanganan apapun, akan berdampak pada kerusakan sel jantung dan akhirnya menyebabkan Gagal Jantung.

Selain itu, kerusakan lainnya juga akan berdampak pada sel otak dan hati. Bahkan, kelebihan besi ini juga berpengaruh pada kelenjar-kelenjar pembuat hormon.

Posted by Pengobatan Gagal Jantung.

Macam-macam Penyakit Jantung Yang Harus Diwaspadai

Mengulas tentang penyakit jantung, tidak hanya satu jenis saja. Namun, ada beberapa jenis dan istilah yang berbeda tergantung dari penyebab dan juga jenis sakit jantung.

Para penderita sakit jantung juga biasanya terkena lebih dari satu gangguan atau mengalami komplikasi.

Macam-macam Penyakit Jantung Yang Harus Diwaspadai

Berikut ini adalah Macam-macam Penyakit Jantung Yang Harus Diwaspadai.

1. Arritmatia.

Arritmia berarti ‘irama jantung tidak normal’ yang diakibatkan oleh gangguan rangsang dan penghantaran rangsang jantung yang berat ataupun ringan.

2. Gagal Jantung Kongestif.

Gagal jantung adalah kondisi dimana jantung yang tidak mampu lagi memompa darah ke seluruh tubuh secara efektif. Dikatakan gagal bukan karena jantung berhenti bekerja, akan tetapi jantung tidak dapat memompa sekuat biasanya. Akibatnya darah bisa masuk ke paru-paru atau bagian tubuh lainnya.

3. Kelainan Katup Jantung.

Katup jantung berfungsi untuk mengendalikan aliran darah di dalam jantung. Pada saat katup jantung mengalami kelainan, hal ini dapat menggangu aliran darah tersebut, dan menyebabkan pengecilan, kebocoran, atau tidak sempurna menutup. Kelainan pada katup jantung ini bisa merupakan bawaan sejak lahir ataupun karena efek samping dari pengobatan.

4. Kardiomiopati.

Penyakit ini terjadi karena adanya kerusakan atau gangguan pada otot jantung yang membuat dinding-dinding jantung menjadi tidak bergerak secara sempurna saat memompa darah dan menyedot darah. Penderia Kardiomiopati pun memiliki risiko tinggi untuk mengidap Arritmatia dan gagal jantung.

5. Penyakit Jantung Rematik.

Penyakit jantung rematik adalah gangguan jantung yang disebabkan terjadinya kerusakan pada katup jatung yang diakibatkan oleh demam rematik. Bakteri streptokokus adalah salah satu penyebabnya.

6. Infark Miokard Akut.

Infark Miokard adalah kondisi dimana kematian otot jantung yang disebabkan oleh penyumbatan pada arteri koroner. Otot-otot jantung pun akan tidak tersuplai darah sehingga mengalami kerusakan hingga kematian.

7. Inflamasi Jantung.

Penyakit ini terjadi di dinding jantung, selaput yang menyelimuti jantung dan bagian dalam jantung. Hal ini disebabkan oleh racun dan infeksi.

8. Aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah kondisi dimana dinding arteri yang mengalami penebalan karena lemak, kolesterol dan pembuangan sel lainnya yang mengendap sehingga pasokan darah ke sel-sel otot menjadi terhambat. Ateroskleroris bisa terjadi di seluruh bagian tubuh. Nah, saat terjadi pada dinding jantung maka akan disebut sebagai penyakit koroner atau penyakit jantung iskemik.

Penyakit ini dapat berlangsung menahun dan menimbulkan banyak gangguan penyakit. Aterosklerosis dimulai dari adanya lesi dan retakan pembuluh darah khususnya karena ada tekanan kuat pada pembuluh jantung. Kemudian di tahap selanjutnya, tubuh akan berusaha memperbaiki retakan tersebut dengan menempatkan zat-zat lemak pada pembuluh darah. Lalu lambat-laun karena proses keretakan yang selalu berulang, pembuluh jantung pun ditutupi oleh zat-zat lemak. Gejala awal penyakit ini adalah angina pektoris yang menyebabkan rasa nyeri di daerah jantung dan dada karena berkurangnya pasokan darah dalam jantung.

Hati-hati, Ibuprofen Dapat Meningkatkan Resiko Serangan Jantung

Ibuprofen adalah jenis obat pereda sakit kepala yang mungkin termasuk Anda gunakan di waktu-waktu tertentu. Namun dalam penelitian di Denmark menyebutkan jika kelebihan asupan konsumsi obat Ibuprofen menimbulkan risiko serangan jantung sebesar 31%. Jenis lain dari non-steroid anti-inflammatory, atau NSAID, juga terkait dengan peningkatan risiko gangguan jantung.

Hati-hati, Ibuprofen Dapat Meningkatkan Resiko Serangan Jantung

Menurut situs alodokter, Ibuprofen adalah jenis obat anti inflamasi non-steroid yang dapat meredakan rasa sakit ringan hingga menengah serta mengurangi inflamasi (peradangan). Contoh kondisi atau gejala yang dapat ditangani oleh Ibuprofen adalah Artritis, keseleo, nyeri otot, migrain, nyeri menstruasi, sakit gigi, dan nyeri setelah operasi. Di samping itu, Ibuprofen juga biasa dipakai untuk mengurangi gejala demam dan pegal-pegal akibat flu.

Namun dalam temuan dari data 29.000 orang yang mengalami serangan jantung di Denmark antara tahun 2001 dan 2010. Seperti yang dilansir oleh Fox News, sekitar 3.400 orang telah mengkonsumsi NSAID dan selama 30 harinya terdiagnosa mengalami serangan jantung.

Para peneliti mengatakan, jika masyarakat tidak diperbolehkan mengonsumsi lebih dari 1,200mg Ibuprofen perhari. Jika ragu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Penyumbatan Pembuluh Darah Adalah Tanda Sakit Jantung

Serangan jantung bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun. Sayangnya, tidak semua paham tentang tanda-tanda dari kemunculan serangan jantung dan menganggap serangan jantung terjadi tiba-tiba tanpa menunjukkan tanda-tandanya.

Namun yang perlu Anda tahu tentang serangan jantung bahwa salah satu tanda yang terjadi pada penderitanya yaitu mengalami pembuluh darah tersumbat. Kondisinya ditandai dengan penyempitan dan sumbatan tersebut yang pada akhirnya memicu serangan jantung yang mengancam nyawa.

Setiap tahunnya di Amerika Serikat, lebih dari 700.000 orang terkena serangan jantung. 400.000 orang lainnya bahkan meninggal akibat penyakit jantung koroner. Di Indonesia, penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi. Pasalnya dari tahun ke tahun penderita penyakit jantung terus meningkat namun masih banyak dari mereka yang belum sadar tentang keberadaannya dan tidak mengetahui tentang cara pencegahannya.

Pendeteksian dini terkait dalam mencegah penyakit berbahaya ini sangat penting. Terlebih hampir 80% dari erangan jantung dapat dicegah dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

Penyumbatan Pembuluh Darah Adalah Tanda Sakit Jantung

Siapa yang menyangka jika tanda-tanda yang kerapkali diabaikan dapat berdampak pada pada pembuluh yang membawa darah dari jantung. Menurut pakar kesehatan jantung terkemuka di Amerika Serikat, berikut ini adalah 4 tanda yang menunjukkan seseorang mengalami penyumbatan pada pembuluh arteri yang menjadi titik awal serangan jantung bermula.

1. Disfungsi ereksi.

Pria dikatakan memiliki sistem peringatan dini terhadap serangan jantung koroner. Ketika pria sulit ereksi, bisa jadi kondisi tersebut merupakan tanda pembuluh arteri tersumbat di panggul sebelum serangan jantung terjadi.

2. Kebotakan.

Dalam studi komperhensif yang melibatkan 37.000 pria menyebutkan, jika kebotakan di bagian mahkota kepala diduga berkaitan erat dengan gejala penyakit jantung koroner. Studi lainnya mengungkapkan jika lebih dari 7.000 orang (termasuk 4.000 wanita) dengan kebotakan ringan hingga akut berisiko dua kali lipat mengalami kematian akibat serangan jantung, baik pria maupun wanita.

3. Lipatan telinga.

Tanda yang ketiga cukup aneh, yaitu lipatan diagonal dari ujung cuping telinga menuju lubang telinga yang juga mengindikasikan tanda penyakit jantung koroner. kemunculan lipatan tersebut merupakan akibat dari sirkulasi dalam tubuh yang buruk, termasuk pembuluh arteri di jantung. Sebagian besar pada ahli berpendapat jika lipatan hanya tanda umum penuaan. Namun, sebuah penelitian menggunakan teknologi CT scan terbaru untuk mengukur gejala penyakit jantung koroner menunjukkan lipatan telinga memang menandakan penyakit jantung, bahkan setelah peneliti mempertimbangkan faktor usia dan rokok.

4. Mengalami nyeri pada kaki.

Klaudikasio atau penyumbatan pembuluh arteri di kaki disebabkan oleh adanya penebalan atau pengerasan di dinding pembuluh akibat lemak (aterosklerosis) bisa menyumbat pembuluh arteri di kaki. Biasanya terjadi pada para perokok sebelum didiagnosa memiliki penyakit jantung koroner.

Sebisa mungkin Anda harus melakukan aktivitas fisik secara teratur, mengonsumsi sayuran dan sedikit produk hewani. Berjalan kaki secara rutin juga bisa mengatasi keluhan nyeri kaki ini.

Jika Anda memiliki gejala-gejala di atas harap segera melakukan periksakan tekanan darah, Kolesterol, dan glukosa. Konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan dan pencegahan lebih lanjut.

Penyumbatan Pembuluh Darah Adalah Tanda Sakit Jantung |