Penyebab Jantung Berdebar Setelah Makan

Selesai makan Jantung terasa berdebar seperti tak biasanya? Jangan dulu khawatir, karena kali ini kita akan sedikit mengulas tentang penyebab jantung berdebar setelah makan.

Penyebab Jantung Berdebar Setelah Makan

Jantung berdebar setelah makan, secara umum memang bisa saja terjadi. Terutama jika menu makanan yang dikonsumsi terdiri dari jenis makanan kaya dengan gula, Karbohidrat dan lemak, dimana tubuh lebih membutuhkan energi lebih banyak dalam mencerna makanan tersebut, sehingga dibutuhkan pompa darah Jantung berlebih. Tidak hanya itu, makanan yang tinggi kandungan garam dan MSG juga bisa menyebabkan hal serupa. Terlebih jika Anda terbiasa menikmati minum kopi saat pagi, kafein berefek pada debaran Jantung.

Penyebab lainnya yang mungkin saja menjadi penyebab jantung berdebar setelah makan, seperti yang dilansir dari jawaban dr. Alyssa Diandra pada situs Alodokter, diantaranya :

1. Adanya alergi makanan. Melakukan pencatatan atas apa yang dimakan yang mungkin menimbulkan alergi penting terutama jika anda memiliki alergi lain sebelumnya

2. Gangguan jantung seperti adanya aritmia, penyakit jantung koroner, gangguan otot jantung, angina

3. GERD. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai kondisi yang Anda alami. Pemeriksaan fisik dapat membantu. Pemeriksaan lain seperti EKG, echocardiography, endoskopi dapat dipertimbangkan berdasarkan kemungkinan penyebab. Memang pengukuran EKG akan lebih baik saat serangan berlangsung. Jaga pola hidup sehat, hindari sarapan pagi yang terlalu tinggi kadar gula, karbohidrat atau lemaknya. Usahakan agar komposisinya seimbang 4 sehat 5 sempurna dan dalam jumlah yang cukup atau tidak terlalu banyak. Selain itu, minum air putih, hindari konsumsi kopi berlebihan, alkohol, atau merokok. Jaga pola hidup sehat dengan olahraga teratur, kelola stres untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Baca juga :

Konsumsi Kacang-kacangan Baik Untuk Mencegah Penyakit Jantung

Makanan dengan kandungan Protein tinggi dinyatakan dapat menjauhkan seseorang dari risiko penyakit Jantung. Salah satu jenis makanan dengan sumber terbaik Protein, adalah kacang-kacangan.

Konsumsi Kacang-kacangan Baik Untuk Mencegah Penyakit Jantung

Menurut dokter Spesialis Jantung dr Antono Sutandar SpJP(K) mengatakan jika seseorang yang menyukai kacang-kacangan, telah mendapatkan sumber Protein yang banyak. Hal ini bisa menjadi penangkal dari risiko penyakit Jantung seperti dalam penelitian.

Diet tinggi Protein dan lemak baik sangat tepat untuk mencegah penyakit Jantung. Akan tetapi sebaiknya kurangi asupan makanan yang bersumber Protein hewani, dan perbanyaklah asupan sumber Protein Nabati.

Lebih lanjut lagi dr. Antono menjelaskan jika sumber Protein nabati lebih unggul dikarenakan kandungan lemak baik di dalamnya. Jika dikonsumsi dengan cara pengolahan yang tepat, Protein nabati akan membawa manfaat untuk kita.

Dalam dunia kedokteran, diet Protein nabati dikenal dengan nama diet ketogenik. Manfaatnya juga banyak, diantaranya mencegah dari penyakit Kardiovaskular, hingga menurunkan berat badan.

Baca juga :

Manfaat Kayu Manis Untuk Kesehatan Jantung

Salah satu kekayaan di Indonesia yang mendunia adalah rempah-rempah yang beragam yang kita miliki. Tidak hanya sebagai pelengkap masakan dan penambah cita rasa, umumnya beberapa rempah yang kita ketahui memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

Manfaat Kayu Manis Untuk Kesehatan Jantung

Salah satunya adalah kayu manis. Dalam sebuah penelitian terbaru dikatakan jika salah satu bumbu yang kerap digunakan menjadi pelengkap makanan untuk masakan, kue dan lain sebagainya yaitu kayu manis memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Terlebih pada bau wangi yang dimilikinya, bau wangi dari kayu manis ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan sistem Kardiovaskular.

Dalam penelitian tersebut diketahui jika kayu manis membantu menghambat proses penyimpanan lemak dengan signifikan, walaupun kita mengkonsumsi makanan kaya kandungan lemak.

Para ahli kesehatan yang terlibat dalam penelitian tersebut mengungkap jika kayu manis membuat proses penyimpanan lemak pada tubuh menjadi lambat. Tidak hanya itu, nutrisi di dalam kayu manis juga disebut sebagai kandungan alami yang dapat melindungi tubuh lebih baik dari peradangan yang bisa dipicu oleh stress.

Dengan adanya penelitian ini diharapkan Anda untuk sesekali mencoba manfaat yang luar biasa dari kayu manis, atau mungkin rempah lainnya agar tidak selalu bergantung pada obat. Namun, bukan berarti Anda dapat sebebas-bebasnya tetap mengkonsumsi makanan berlemak ya, tetap atur saat konsumsinya dan tidak berlebihan.

Baca juga :

Anak Penderita Thalasemia Berpotensi Gagal Jantung

Thalasemia dikenal sebagai penyakit kelainan darah genetik yang hingga saat ini pengobatan untuk kesembuhannya belum diketahui medis. Umumnya, penderita penyakit ini dikatakan memiliki kandungan besi lebih banyak di dalam tubuhnya, dibandingkan dengan orang biasa (normal) yang sehat.

Anak Penderita Thalasemia Berpotensi Gagal Jantung

Untuk alasan itulah mengapa pasien penderita Thalasemia harus melakukan transfusi darah dalam perawatannya. Namun, pasien juga wajib menjalani pengobatan seumur hidup untuk mengeluarkan kelebihan besi melalui transfusi darah.

Dari satu kantong darah saja, besinya mengandung 200 mg. Sementara yang keluar dari tubuh hanya 1 mg perhari. Sebulan itu hanya 60 mg yang keluar. Jika penderita Thalasemia transfusi 200 mg yang keluar 60 mg, berarti masih ada 140 mg di dalam tubuh.

Maka dari itu, Besi di dalam tubuh pasien Thalassemia perlu dikeluarkan melalui obat. Dokter tidak pernah bisa membuat besi itu negatif atau menyeimbangkan kadarnya menjadi nol. Namun paramedis bisa membuat kadar besi aman dalam tubuh.

Lalu apa kaitannya dengan Gagal Jantung? Nah, ketika kadar besi di dalam tubuh dibiarkan terlalu tinggi tanpa penanganan apapun, akan berdampak pada kerusakan sel jantung dan akhirnya menyebabkan Gagal Jantung.

Selain itu, kerusakan lainnya juga akan berdampak pada sel otak dan hati. Bahkan, kelebihan besi ini juga berpengaruh pada kelenjar-kelenjar pembuat hormon.

Posted by Pengobatan Gagal Jantung.

Macam-macam Penyakit Jantung Yang Harus Diwaspadai

Mengulas tentang penyakit jantung, tidak hanya satu jenis saja. Namun, ada beberapa jenis dan istilah yang berbeda tergantung dari penyebab dan juga jenis sakit jantung.

Para penderita sakit jantung juga biasanya terkena lebih dari satu gangguan atau mengalami komplikasi.

Macam-macam Penyakit Jantung Yang Harus Diwaspadai

Berikut ini adalah Macam-macam Penyakit Jantung Yang Harus Diwaspadai.

1. Arritmatia.

Arritmia berarti ‘irama jantung tidak normal’ yang diakibatkan oleh gangguan rangsang dan penghantaran rangsang jantung yang berat ataupun ringan.

2. Gagal Jantung Kongestif.

Gagal jantung adalah kondisi dimana jantung yang tidak mampu lagi memompa darah ke seluruh tubuh secara efektif. Dikatakan gagal bukan karena jantung berhenti bekerja, akan tetapi jantung tidak dapat memompa sekuat biasanya. Akibatnya darah bisa masuk ke paru-paru atau bagian tubuh lainnya.

3. Kelainan Katup Jantung.

Katup jantung berfungsi untuk mengendalikan aliran darah di dalam jantung. Pada saat katup jantung mengalami kelainan, hal ini dapat menggangu aliran darah tersebut, dan menyebabkan pengecilan, kebocoran, atau tidak sempurna menutup. Kelainan pada katup jantung ini bisa merupakan bawaan sejak lahir ataupun karena efek samping dari pengobatan.

4. Kardiomiopati.

Penyakit ini terjadi karena adanya kerusakan atau gangguan pada otot jantung yang membuat dinding-dinding jantung menjadi tidak bergerak secara sempurna saat memompa darah dan menyedot darah. Penderia Kardiomiopati pun memiliki risiko tinggi untuk mengidap Arritmatia dan gagal jantung.

5. Penyakit Jantung Rematik.

Penyakit jantung rematik adalah gangguan jantung yang disebabkan terjadinya kerusakan pada katup jatung yang diakibatkan oleh demam rematik. Bakteri streptokokus adalah salah satu penyebabnya.

6. Infark Miokard Akut.

Infark Miokard adalah kondisi dimana kematian otot jantung yang disebabkan oleh penyumbatan pada arteri koroner. Otot-otot jantung pun akan tidak tersuplai darah sehingga mengalami kerusakan hingga kematian.

7. Inflamasi Jantung.

Penyakit ini terjadi di dinding jantung, selaput yang menyelimuti jantung dan bagian dalam jantung. Hal ini disebabkan oleh racun dan infeksi.

8. Aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah kondisi dimana dinding arteri yang mengalami penebalan karena lemak, kolesterol dan pembuangan sel lainnya yang mengendap sehingga pasokan darah ke sel-sel otot menjadi terhambat. Ateroskleroris bisa terjadi di seluruh bagian tubuh. Nah, saat terjadi pada dinding jantung maka akan disebut sebagai penyakit koroner atau penyakit jantung iskemik.

Penyakit ini dapat berlangsung menahun dan menimbulkan banyak gangguan penyakit. Aterosklerosis dimulai dari adanya lesi dan retakan pembuluh darah khususnya karena ada tekanan kuat pada pembuluh jantung. Kemudian di tahap selanjutnya, tubuh akan berusaha memperbaiki retakan tersebut dengan menempatkan zat-zat lemak pada pembuluh darah. Lalu lambat-laun karena proses keretakan yang selalu berulang, pembuluh jantung pun ditutupi oleh zat-zat lemak. Gejala awal penyakit ini adalah angina pektoris yang menyebabkan rasa nyeri di daerah jantung dan dada karena berkurangnya pasokan darah dalam jantung.