Resiko Yang Dapat Terjadi Dari Transplantasi Jantung

Transplantasi jantung biasanya dilakukan sebagai upaya utuk membantu mengatasi permasalahan jantung jika pengobatan pada pasien sebelumnya tidak menunjukkan keberhasilan. Proses transplantasi jantung juga bisa disebut sebagai usaha terakhir yang dilakukan para medis untuk memperbaiki kesehatan pasien.

Resiko Yang Dapat Terjadi Dari Transplantasi Jantung
Prosedur ini termasuk langkah yang aman selama tetap menjalani pemeriksaan secara rutin. Untuk itu, sangat penting bagi calon pasien untuk mengetahui Resiko Yang Dapat Terjadi Dari Transplantasi Jantung. Dan berikut ini uraian selengkapnya, seperti yang dilansir dari laman alodokter,

1. Mengalami efek samping dari pengobatan.

Pemakaian obat imunosupresan dalam hal ini dioperasikan sebagai obat yang menekan sistem kekebalan tubuh seseorang memang bertujuan mempercepat jantung baru menyatu dengan tubuh tapi juga terdapat kemungkinan bisa menyebabkan efek samping seperti kerusakan terhadap organ ginjal.

2. Infeksi.

Melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat pemakaian imunosupresan juga bisa menyebabkan kemunculan infeksi yang susah sembuh. Tidak mengherankan jika para pasien yang melakukan prosedur ini akan dirawat di rumah sakit akibat infeksi yang sulit sembuh di tahun pertama sesudah operasi transplantasi jantung dilakukan.

3. Kanker.

Potensi kanker akan meningkat akibat sistem kekebalan menurun setelah pasien mengkonsumsi obat imunosupresan. Jenis kanker seperti kanker kulit, bibir, dan kanker limfoma non-Hodgkin adalah yang paling beresiko berkembang saat menjalani pengobatan pascatransplantasi jantung.

4. Terjadi masalah pada pembuluh arteri.

Pembuluh arteri akan mengalami penebalan dan mengeras setelah melakukan transplantasi jantung. Ini bisa membuat sirkulasi darah di jantung tidak lancar dan  dapat memicu seseorang terkena serangan jantung, gagal jantung, atau gangguan ritme jantung.

5. Jantung baru yang ditolak tubuh.

Risiko terbesar lainnya dari proses transplantasi jantung adalah penolakan tubuh terhadap transplantasi jantung. Walaupun sebelum dilakukan prosedur ini, berbagai metode akan dilakukan agar hal ini tidak terjadi, namun risiko penolakan tetap bisa terjadi. Beberapa gejala penolakan tubuh terhadap jantung baru diantaranya sesak napas, demam, berat badan naik karena penumpukan cairan, dan mudah lelah. Segera temui dokter jika hal tersebut terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *